Tuesday, January 3, 2012

Sesegar Telaga Kautsar

Oleh Muhammad Arifin Ilham
...
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaawatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt). Allah memberi karunia halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus "merayu" ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kedl yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu juga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt. berfirman,
"..Orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya, orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang lalim itu berada dalam azab yang kekal..." (asy-Syuuraa [42]: 45)

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertakwa.

Ali bin Abu Thalib berkata, "Kunci takwa itu ada empat. Pertama, al-khaufu minal jaliil (takut kepada Yang Maha Agung). Kedua, al'amalu bit Tanziil (mengamalkan wahyu yang telah diturunkan). Ketiga, al-Qanaa'atu bil qaliil (merasa puas dengan apa yang ada meski sedikit). Keempat, al-isti'daadu liyaumir rahiil (menyiapkan diri untuk hari kemudian)."

ltu semua benar-benar karunia dari Allah. Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa at au ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

"…tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujuraat [49]: 7)

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu, semua kenikmatan yang Allah beri kepada kita, baik yang ada di dalam diri kita seperti hati, akal, panca indera, maupun di luar diri kita, yang ada di seluruh alam semesta, semuanya adalah fasilitas yang harus dipergunakan untuk beribadah kepada Allah swt., sehingga kita bisa men¬jadi 'Abdan syakuuran' (hamba yang bersyukur).

Karena nikmat kita bersyukur, dan rasa syukur itu sendiri adalah nikmat. Mensyukuri setiap nikmat, menikmati rasa syukur, mensyukuri nikmat lagi kemudian menikmati rasa syukur lagi, mensyukuri nikmat lagi, dan menikmati rasa syukur lagi, dan begitu seterusnya. Sehingga seluruh aktivitas hidup kita tidak lepas dari aktivitas mensyukuri nikmat dan menikmati rasa syukur itu.

Selama kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri, selama itu pula hidup akan terasa nikmat.***


*)dikutip dari buku "Sesegar Telaga Kautsar"

Kabar Keabadian

Imam Ibnul Jauzi*
Demi Allah, saya membayangkan masuk surga dan selamanya berada di sana, tanpa sakit, tanpa meludah, tanpa tidur, tak ada penyakit mewabah, dan selalu sehat. Kebutuhan selalu terpenuhi. Kenikmatan silih berganti setiap saat tiada batas. Hampir saya tidak percaya jika syariat tidak menjabarkan dengan jelas dan gamblang keadaan surga.

Perlu disadari bahwa seluruh kedudukan yang akan dicapai di sana sangat tergantung pada kerja keras setiap orang di dunia. Adalah aneh jika banyak orang yang menyia-nyiakan setiap detik waktunya dengan meiakukan hal-hal yang tiada berguna. Sebenarnya, satu tasbih atau pujian kepada Allah saja akan merupakan tanaman kurma dalam surga yang buahnya bisa dimakan sepanjang zaman. Wahai orang yang khawatir kehilangan itu semua, teguhkanlah hati Anda untuk selalu berharap surga.

Wahai orang-orang yang selalu resah dengan datangnya maut, bayangkanlah rasa getir kematian setelah Anda dikaruniai kesehatan. Sesungguhnya, sejak roh Anda dicabut, bahkan sebelum roh itu dicabut, tersingkaplah kedudukan manusia nanti di akhirat.

Akan sangat ringanlah manusia yang telah tersingkap baginya kelezatan yang akan segera ia alami. Ingatlah oleh Anda bahwa rasa takut akan datang saat ajal menjelang. Bersegeralah beramal sebelum sang umur tenggelam dan tak lagi bisa menemani dalam perjalanan abadi.

Merenunglah dan berusahalah melihat perjalanan hidup orang-orang yarig sungguh-sungguh dalam menghadapi kehidupannya. Itu akan banyak memberikan dorongan bagi pikiran untuk memperoleh keutamaan dan taufik. Perlu Anda ketahui juga, andaikata Dia menginginkan sesuatu untuk Anda, pasti Dia akan menyediakannya.

Adapun berteman dan bergaul dengan orang-orang yang tidak tahu kabar keabadian dan hanya tahu kabar-kabar dunia merupakan sebab utama timbulnya peryakit hati. Oleh karena itu, menjauh dari keburukan-keburukan semacam itu adalah tindakan pencegahan yang akan membuahkan keselamatan.

“Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang tentang kehidupan akhirat mereka lalai” (Ar-Ruum: 7)

فطنٍ بكل مصيبة في ماله
وإذا يصاب بدينه لم يشعر

"ia sangat perasa akan musibah yang menimpa hartanya,
namun tidak sadar tentang musibah yang menimpa agamanya"


*dikutip dari kitab "Shaidul Khathir"


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Tahun Baru 2012, PKS Piyungan Gelar Pengajian & Sarapan Bersama

Reporter: Akhwat Qowwiy

Ahad, 1 Januari 2012, sedari pagi diiringi rintikan hujan..tak menghentikan langkah kami untuk bertholabul ‘ilmi, Pukul 07.00 WIB para kader sudah berkumpul untuk menghadiri kajian rutin Tasqif ahad pagi. Bertempat di masjid Al Ikhlas Bintaran Kulon.

Tepat diawal tahun Kalender nasional ini, diawali pula dengan acara special “Sarapan Pagi” bersama Ustadz Zuhrif Hudaya, ST Yang merupakan Sekjend DPW PKS DIY dan Mantan Calon Wali Kota Yogyakarta. Hadir pula Ketua MPC PKS Piyungan Ustadz Wawan Wikasno, Segenap PH DPC dan seluruh Keluarga Kader. Dengan MC ust. Dhanie Asyaqib kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh Ust. Andi Triwidodo.

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu, kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Ash-Shaff : 10-11)

Hidup adalah pilihan dan dakwah adalah pilihan hidup kita, ada tidaknya kita dalam jalan dakwah ini, dakwah ini akan tetap ada. Kalau kita tidak ambil bagian dalam jalan dakwah ini Allah SWT pasti akan memilih orang-orang kuat dan yang lebih baik untuk mengemban dakwah.

Kenapa kita memilih jalan dakwah ini ? karena ini adalah jalan menuju Syurga.
Ust. Zuhrif juga menyampaikan, ada 4 tema Kerja Besar DPW PKS Jogjakarta di Tahun ini:
  1. Pengokohan Keluarga
  2. Dipastikan anak-anak kita meneruskan dakwah ini dan merupakan bagian dari tarbiyah.
  3. Membangun kekokohan Ekonomi, SUGIH SHOLEH
  4. Rabthul ‘aam

Tepat pukul 8.00 WIB acarapun di akhiri. Dan diserambi masjid sudah disediakan menu Special “Soto” Racikan Teh Nila dari Kuden Sitimulyo.



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat



Taujih Ustadz Hilmi Aminuddin
(Ketua Majelis Syuro PKS)

Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya lima jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek.

Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya. [ ]

*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/menumbuhkan-kemampuan-menguasai-masyarakat



*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Sunday, January 1, 2012

These too, will pass

Ada seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Pada suatu hari, Sang Raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta utk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran utk hidup saya".

Berbulan2 si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yg penting di cincin emas yg kecil itu. Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada Sang Raja. Dan dengan tersenyum, Sang Raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU".

Awalnya Sang Raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yg pelik, akhirnya Ia membaca tulisan di cincin itu & Ia pun menjadi lebih tenang, “Dan Inipun akan berlalu!”. Dan tatkala Ia sedang bersenang2, Ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas Ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu" (These too, will pass).

Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, janganlah terlalu bersedih. Tatkala Anda lagi senang, jangan terlalu kelewat senang.

Ingatlah....apapun yg Anda hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَان وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُوالْجَلٰلِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan sirna. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (55:26-27)


*)http://www.facebook.com/note.php?note_id=269881769705300

Saturday, June 25, 2011

Laporan Kegiatan PKS Piyungan Edisi Mei 2011


Mei 2011 sudah berakhir, kita takkan mungkin lagi bertemu dengannya. Apa yang sudah kita torehkan dalam buku amal kita di bulan Mei? Sebagai bahan muhasabah atas kiprah dakwah DPC PKS Piyungan selama bulan Mei (segala puji hanya bagi Allah atas amal sholih yang dikaruniakanNya kpd kami, dan istighfar tak pernah putus atas segala khilaf, malas, lalai dlm mengabdi di jalanNya), berikut rekam jejak kami 'berbagi' di jalan ini:

1 Mei:
-Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional & Hari Kartini Bidang Perempuan DPC menggelar acara besar 'PKS Award' untuk tokoh perintis pendidikan PAUD se-kecamatan Piyungan. Kegiatan pendukung 'Sarasehan Psikologi Anak' untuk ibu-ibu dan Lomba Mewarnai bagi anak-anak PAUD. Acara bertempat di Balai Desa Sitimulyo

3 Mei:
-Syuro dua pekanan DPRa Sitimulyo bertempat di lesehan Minolestari.

6 Mei:
-Tahajud bersama DPRa Sitimulyo di masjid al-Ikhlas.

7 Mei:
-DPRa Srimulyo syuro di tempat Bu Prapti dusun Ngijo.

8 Mei:
-SPECIAL UKHUWAH DAY... DPC menggelar acara "Sarapan Pagi" kader se-DPC bertempat di kompleks masjid Bintaran Kulon. Dihadiri GUSPUR aleg DPR dari DIY dan Amir Syarifuddin aleg PKS DPRD Bantul dari Piyungan.

9 Mei:
-Buka bersama ifthor Kader Inti ikhwan di rumah ustadz Dhanie Asy-Syakib.
-Futsal friendly match untuk kader ikhwan se DPRa Sitimulyo jam 21.00-22.00 di Rifki Futsal.

10 Mei:
-DPRa Sitimulyo melakukan kegiatan SilMas (Silaturohim Masyarakat), 2 Tim masing-masing ke dusun Madugondo bertemu dengan Pak Giyanto pedagang angkringan dan ke dusun Mojosari bertemu Mas Aji tokoh pemuda dusun Mojosari.

-DPRa Srimulyo kegiatan silatorohim ke dusun Kradenan bertemu dengan Pak Winarto, beliau simpatisan yg jadi kordus PKS

11 Mei:
-DPRa Srimulyo melakukan silkoh (silaturohmi tokoh) ke bapak Haji Sadiran, tokoh desa Srimulyo.
-DPRa Srimulyo aksi sosial donor darah bagi keluarga kader yang operasi cesar di RS Sardjito.

12 Mei:
-Membina majlis ta'lim yasinan di mushola Bintaran Wetan, dari maghrib-isya.

13 Mei:
-Kegiatan PWK di dusun Tambalan Srimartani, rutin bulanan tiap tanggal 13.
-Rombongan DPC menjenguk keluarga Pak Wawan Wikasno yang anaknya dirawat di RS Rajawali Citra, sore jam 16.30.
-MABIT DPRa Sitimulyo di masjid al-Ikhlas dilanjut futsal pagi harinya.

15 Mei:
-Tatsqif fil Masjid, Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas bersama ustadz Habib Musthofa.
-Kegiatan PWK sepedusunan Kaligatuk yang diikuti ibu-ibu dari perwakilan 8 RT dengan materi 'Perawatan Jazanah' yg disampaikan ustadz Andi TW Ketua DPC.
-Secara bersamaan, PWK juga mengadakan kegiatan PWK utk ibu-ibu di dusun Bangkel berupa siraman rohani dengan pembicara ustadzah Fajariyah, SPdI, jam 13.45-15.00.
-DPRa Srimartani kegiatan menjenguk keluarga kader, akh Candra, yang ibunya menderita sakit stroke.

16 Mei:
-DPC menjenguk keluarga Pak Widodo yang anaknya (Mahfudz Afnan) dirawat di rumah sakit Happy Land sejak 14/5.
-Di waktu yg sama jam yg sama 16.30 DPRa Srimartani juga menjenguk kader DPRa Srimartani, akh Haryadi, yang mengalami 'kecelakaan' di tempat kerja.
-DPRa Srimulyo jagong bayi keluarga kader pasutri Joni-Desi di dusun Payak yg dikaruniai anak pertama.
-Tanding futsal antar 2 liqo remaja dari dusun Kaligatuk vs Bintaran jam 21.00-22.00 di Rifki Futsal.
-Kader Inti DPC ikut Mabit PKS DPD Bantul rutin bulanan.

18 Mei:
-Syuro rutin DPC 2 pekanan, bertempat di rumah Pak Sulis dari jam 17.15-18.45
-DPRa Sitimulyo juga melakukan syuro rutin 2 pekanan, dari jam 20.00-21.30 di lesehan Minolestari


20 Mei:
-PWK di dusun Pos Piyungan, materi keterampilan praktek membuat kue ‘Kembang Goyang, pemateri ibu Lusi Priyanta.

-DPRa Srimartani silaturohmi ke Bapak Alek kepala dusun Bulusari

21 Mei:
-DPRa Srimulyo mengadakan Pelatihan Tim Medis untuk kader DPRa
-Temu Kader Inti se-DPC Piyungan, di rumah ustadzah Suwartiyah dusun Nganyang

22 Mei:
-Tatsqif rutin pekanan Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas, pemateri ustadz Hanafi, materi Tafsir al-Muyassar Surat a-Qomar

23 Mei:
-Friendly Match futsal antar Liqo Kaligatuk dan Bintaran Wetan

24 Mei:
-DPRa Sitimulyo silaturohim menjenguk kader DPRa yang keguguran, ibu Eva Mifta Hasan di dusun Kuden.

25 Mei:
-DPRa Srimulyo menggelar nonbar final Liga Ti-Phone Divisi Utama 2011 antara Persiba Bantul vs Persiraja Banda Aceh di dusun Bintaran Wetan

26 Mei:
-DPRa Srimartani menjalin silaturohim menemui Bapak Herman Yusuf Yudianto, Ketua RT 04 Dusun Umbulsari.
-DPRa Srimulyo pembinaan ta'lim yasinan di dusun Bintaran Wetan

28 Mei:
-Liga Futsal Antar DPRa di Rifki Futsal, juara 1 tim Srimartani
-DPRa Srimartani nonbar Champions di lapangan olaharaga dusun Bulusari
-DPRa Srimulyo nonbar Champions di dusun Bintaran Wetan
-DPRa Sitimulyo nonbar Champions di Rifki Futsal

29 Mei:
-Tatsqif rutin Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas Sampakan, pengisi ustadz Eko Novianto, materi 10 Karakteristik Dakwah

-PWK di dusun Duren Srimulyo, pemateri ustadzah Fajariyah, ditemani ukhti Novi Srimulyani

-DPRa Sitimulyo menyelenggarakan Silaturohim Kader se-DPRa bertempat di rumah Pak Bachtiar/Bu Candra di dusun Karanggayam

31 Mei:
-DPRa Sitimulyo silkoh ke tokoh desa Pak Tugiman di dusun Banyakan dan ke Pak Panggih dusun Nganyang

Kondisi keuangan (per 31 Mei 2011):

DPC : saldo Rp 338.400,-
DPRa Sitimulyo : saldo Rp 85.000,-
DPRa Srimulyo : saldo Rp 700.000,-
DPRa Srimartani : saldo Rp 686.000,-

(kami mohon maaf laporan ini belum diaudit oleh akuntan publik)

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Friday, June 24, 2011

MABIT PKS Piyungan, Satu Jam Bersama Ust Cahyadi Takariawan

"Alhamdulillah, kurang lebih dua bulan lagi kita akan kedatangan 'tamu istimewa' yang kita umat Islam senantiasa nanti-nantikan, yaitu hadirnya Bulan Ramadhan. Bentuk rasa senang kita adalah dengan melakukan 'persiapan' penyambutan yang salahsatunya dengan mengadakan acara MABIT pada malam hari ini, sebagai upaya 'persiapan maknawiyah," ujar ustadz Dhani Asy-Syakib Kabid Kaderisasi DPC pada sambutan acara MABIT DPC PKS Piyungan yang diadakan tadi malam, Rabu 1 Juni 2011.

Enam puluhan kader ikhwan PKS Piyungan mulai berkumpul selepas isya di masjid al-Ikhlas Bintaran Kulon Piyungan, tempat diadakan MABIT. Termasuk beberapa ikhwan kader pemula yang baru pertama kali ini ikut acara MABIT.

"Pak, sebetulnya saya malu ikut acara ini...," kata Mas Sulis Banyakan pada murobbinya.

"Kenapa...?" tanya sang murobbi agak cemas khawatir mutarobbinya belum siap ikut MABIT.

".....saya kalau tidur mendengkur....," balas Mas Sulis mengutarakan alasan 'malu' ikut MABIT yang langsung disambut senyum simpul temen-temen liqonya dan kelegaan murobbi. Walaupun badan lagi kurang fit hingga tadi siang gak kerja, tapi Mas Sulis sangat semangat ikut MABIT perdana ini. Begitu pula dengan temen-temen satu liqonya, mereka juga baru kali ini mengenal dan ikut MABIT. Mereka baru tiga bulanan ikut liqo.

Pukul 8 malam tepat acara MABIT dimulai dengan Tasmi' Al-Quran yang dibawakan ustadz Argit Itok Abu Izzuddin yang baru saja ikut mukhoyyam al-quran yang diselenggarakan DPW PKS DI Yogyakarta 27-29 Mei kemarin.

Usai Tasmi' dilanjut Khotmil Qur'an, mengkhatamkan al-Quran dengan cara setiap peserta mendapat 'jatah' membaca al-Quran masing-masing 1 juz.

Pukul 21.00, acara taujih disampaikan ustdaz Cahyadi Takariawan. Beliau menyampaikan tentang "Kemampuan untuk Bertahan" dengan mengulas surat Huud ayat 112:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"So remain on a right course as you have been commanded, [you] and those who have turned back with you [to Allah ], and do not transgress. Indeed, He is Seeing of what you do." (Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.)

"Kunci untuk bisa bertahan di jalan dakwah adalah dengan terus terlibat dan terus bergerak. Jadilah pelaku dakwah, aktor perubahan, maka anda akan merasakan nikmat dan indahnya jalan dakwah ini," tegas beliau yang malam itu tampil penuh semangat.

"Saya berbahagia bisa hadir di sini, di DPC yang paling terkenal dan paling keren sedunia....," ungkap Pak Cah yang membuat kami malu sendiri, karena kami sadar kami hanyalah sekumpulan orang-orang dusun yang mendapat karunia dengan diberi jalan bisa bersama dan bergabung dalam jamaah dakwah penuh berkah ini.

Satu jam bersama Pak Cah makin menguatkan langkah kami di jalan dakwah ini. Beliau tidak banyak mengurai teori dakwah, tapi malam itu beliau lebih banyak menyampaikan tentang kisah-kisah nyata kiprah para ikhwah di berbagai penjuru, yang beliau saksikan sendiri.

"Para ikhwah dimanapun mereka semua sibuk bekerja, mereka asyik berkontribusi, dan dari merekalah kita belajar dan mendapat energi bagaimana kita bertahan dan menikmati jalan dakwah ini," ujar Pak Cah menutup taushiyah malam itu.

...

Usai itu, acara MABIT diskors untuk istirahat.


Pukul 03.00 Qiyamullail dimulai hingga menjelang shubuh.

Usai shubuh, pengajian singkat disampaikan oleh ustadz Maryadi Ta'mir masjid setempat. Beliau menyampaikan hadits tentang 7 golongan istimewa yang akan mendapat hadiah istimewa dari Allah SWT pada hari qiyamat.

Setelah itu acara dilanjut dzikir ma'tsurat dan ditutup dengan Do'a Rabithah...

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.

Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

*)Reporter: Admin pkspiyungan

Murottal Online

Listen to Quran

Daftar Isi