Monday, October 6, 2014

10 Ritual Agar Bisa Bangun Pagi Lebih Awal Tanpa Merasa Lemas

Setelah seharian beraktivitas, tidur adalah cara yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh. Idealnya, waktu tidur yang di gunakan di malam hari berkisar antara 7 sampai 8 jam setiap harinya. Tetapi bagi sebagian orang, waktu tidur ini dirasa kurang sehingga mereka lebih menyukai untuk bangun tidur lebih lama.

Sebenarnya, bangun tidur dalam keadaan cukup istirahat bisa dimulai dengan tidur yang berkualitas. "Apabila Anda mendapatkan tidur yang cukup, seharusnya Anda mampu bangun di pagi hari tanpa memerlukan alarm," ujar Dr. Nathaniel Watson yang merupakan ketua dari American Academy of Sleep Medicine.

Tertarik untuk mencoba bangun lebih awal di pagi hari? Simak cara-cara berikut ini, seperti dikutip dari CNN.

1. Lakukan Rutinitas
Mengatur kebiasaan setiap malam dapat membantu tubuh untuk lebih relaks. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah meminum secangkir teh dan membaca buku sekitar 20 menit sebelum tidur. Apabila hal ini dilakukan secara rutin, dapat membantu untuk tidur lebih cepat.

2. Hindari Makan Berlebihan
Beberapa ahli mengatakan sebaiknya tidur dalam keadaan tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang. Jika terlalu lapar atau kekenyangan, dapat menyebabkan Anda kesulitan untuk mendapatkan tidur yang cukup. Mengonsumsi kafein yang berlebihan juga dapat menyebabkan Anda terjaga sepanjang malam.

3. Manfaatkan Waktu Siang Hari
Gunakan waktu luang Anda di siang hari untuk tidur sejenak. Jangan satukan waktu tidur yang tertunda di malam hari karena akan merusak kebiasaan Anda untuk bangun lebih pagi.

4. Matikan Perangkat Elektronik
Sebuah penelitian menunjukkan, setiap jenis cahaya yang terpancar dari perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel dapat membuat Anda sulit tidur di malam hari. Sebaiknya matikan perangkat tersebut setidaknya satu jam sebelum tidur agar tidak ada gangguan dan membuat tidur lebih nyenyak.

5. Timbulkan Rasa Nyaman
Temperatur ruangan, kebisingan, cahaya dan kenyamanan dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk tidur lebih nyenyak. Selain itu, kasur yang tidak nyaman dapat membuat tubuh Anda pegal. Apabila dirasa perlu, tidak ada salahnya untuk mengganti kasur dengan yang lebih nyaman demi kesehatan Anda.

6. Tentukan Tujuan
Sebelum tidur, rencanakan hal-hal menarik yang akan memotivasi Anda untuk bangun lebih awal. Misalnya, berolahraga di pagi hari atau mempunyai waktu lebih untuk memasak di dapur.

7. Optimalkan Hari
Bangun tidur dengan rasa malas dan pikiran tentang hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan adalah hal yang salah untuk memotivasi diri Anda. Sebaiknya, maksimalkan waktu Anda dengan berpikir positif sehingga Anda dapat merasa lebih bergairah dalam menjalani hari.

8. Bangun dengan Perlahan
Jika Anda sudah mempunyai rencana untuk menjalani hari dengan segala aktivitas yang ada, nikmatilah pagi Anda dengan menghirup udara segar dan rasakan kesejukannya. Bersyukur kepada sang pencipta atas apa yang telah diperoleh selama ini.

9. Sarapan Pagi
Tidak ada salahnya untuk mencoba sarapan pagi dengan menu yang lebih sehat, seperti menyantap roti gandum atau oatmeal yang kaya akan protein dan memberikan energi lebih untuk menjalani aktivitas di pagi hari.

10. Berolahraga Pagi
Di pagi hari Anda masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan olahraga. Sebaiknya lakukan olahraga kecil seperti jogging atau yoga yang dapat memberikan tambahan semangat saat bekerja dan membantu untuk menjaga pola tidur tetap berkualitas.

Detik

Monday, September 29, 2014

Agenda 2025 Yahudi Illuminati/ Freemasonary

Agenda 2025 Yahudi Illuminati/
Freemasonary : Melenyapkan Indonesia dan Pakistan


Sebuah Dokumen rahasia dengan
klarisifikasi not for distrube hasil
kajian strategis sebuah tim dibawah
pimpinan mantan Menteri Pertahanan
Amerika Serikat, William Cohen yang
merupakan Gembong Zionis, bocor ke
luar dokumen yang dibuat pada tahun
2000 dikaji 15 ahli disipin politik.
Hasil kajian tersebut diberi judul “Asia
tahun 2025 dan pengaruhnya
terhadap keamanan nasional Amerika
Serikat abad 21″ menskenariokan
bahwa Indonesia dan Pakistan harus
dilenyapkan selambat-lambatnya
antara tahun 2010 – 2025.
Zionis AS tidak akan memakai jalan
kekerasan terlebih dahulu, langkah
pertama mereka akan memasukan
pengaruhnya ke Indonesia lewat
media Televisi,cara pergaulan, mode
dll. bila cara tersebut tidak berhasil!?
maka mereka akan memakai langkah
kekerasan/perang.










Thursday, September 4, 2014

Kisah Nyata : Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu...

Istri Kader PKS

 
19 Jun 2013 | 20:20

Awalnya saya sedang asyik berkeliling di beberapa situs untuk mencari berita perkembangan politik dunia internasional, khususnya kabar dari negara-negara yg sedang dilanda masalah serius; Israel, Amerika, Rusia, China, Mesir, Turki, Iran, Suriah, Lebanon, dll. Untuk mendapatkan pemberitaan yg seimbang & melihat dari berbagai sudut pandang, saya terbiasa melakukan aksi selancar ini tidak hanya di satu sumber, melainkan di berbagai media online (kompas, tempo, yahoo, okezone, republika,antara, dll), bahkansitus-situs pribadi/organisasi yang membahas perkembangan situasi politik internasional pun tak jarang saya kunjungi jg; misalnya cahyono-adi.blogspot.com (pro Iran, Suriah, Rusia, Hezbollah, dan Pemerintah Suriah Bashar Al-Assad), zilzaal.blogspot.com (pro Pemerintah Mesir, Turki,dan Pemberontak Suriah),termasukhttp://www.pkspiyungan.orgyang beberapa kali turut mengupas situasi terkini Timur Tengah.

Nah, ketika saya sedang khusyuk membaca berita mengenai situasi politik terkini di Turki dimana sedang terjadi gejolak demonstrasi menentang pemerintahan Erdogan di situs pkspiyungan.org ini (berikut linknya http://www.pkspiyungan.org/2013/06/istanbul-perang-non-fisik-zeytinburnu-1.html) , tanpa sengaja saya melihat tulisan yg jd Headline disana. Judulnya pun tidak main-main (*setidaknya menurut saya) : Sang Khadijah Jama’ah Dakwah ini...
Mengingat PKS yg sedang diguncang kasus suap impor daging sapi, dalam benak saya waktu itu terlintas pikiran, “waduh, istri kader pks yg mana nih yg berani-beraninya mereka ‘nobatkan’ sebagai Khadijah abad 21 versi PKS? Seperti siapa sih orangnya?”. segera saya klik tulisan tersebut, dan setelah selesai membacanya saya sempat terdiam beberapa saat , terharu, bahkan hampir menangis. Untung disebelah ada ayuk (kakak perempuan) saya, jadi batal deh nangisnya. Gengsi braay, hehe.. Menurut saya tulisan ini sangat menyentuh dan inspiratif.
Inilah tulisan tersebut :

Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu... 

17 tahun yang lalu, saat masih aktif menjadi penulis buletin dakwah, aku membaca nama pelanggan yang memesan buletin tersebut. Hj. Robiatul Adawiyah, pasti wanita yang sudah tua. Sudah naik haji dan namanya jadul sekali.
“Akhi, seperti apa sih ibu Robiatul ini,” tanyaku kepada Pak Marjani yang bertugas mengantar buletin. ”Ndak tahu, nggak pernah ketemu, yang saya tahu dia pesan buletin itu untuk dikirim via bis ke Kotabangun”.

Wah wanita yang mulia, mau menyisihkan uang untuk berdakwah kepada masyarakat di hulu sungai Mahakam. Tak lama kemudian setelah kita menikah, Buletin Ad Dakwah dari Yayasan Al Ishlah Samarinda diantar ke rumah. Ternyata wanita mulia tersebut adalah engkau istriku, bukan wanita tua seperti yang kukira. Melainkan mahasiswi yang aktif mengajar di Taman Al Quran.
Istriku, beruntung aku dapat memilikimu. Sudah beberapa pemuda kaya yang mencoba mendekatimu tetapi selalu kau tolak. Kelembutanmu dan kedudukanmu sebagai putri seorang ulama besar menjadi magnet bagi para pria yang ingin memiliki istri sholehah. Kamu beralasan belum ingin menikah karena mau konsentrasi kuliah. Padahal alasan utamanya adalah kamu masih ragu dengan kesholehan mereka. Ketika Ustadzah Purwinahyu merekomendasika­n diriku, tanpa banyak tanya kau langsung menerimaku. Hanya karena aku aktif ikut pengajian kau mau menerimaku, tanpa peduli berapa penghasilanku.

Istriku, semua orang mengakui bahwa kau wanita yang tangguh. Jarang seorang wanita bercita-cita memiliki delapan anak sepertimu. Melihatmu seperti melihat wanita Palestina yang berada di Indonesia. Jika bertemu dengan Ustadz Hadi Mulyadi, suami mba Erni ustadzahmu, pasti pertanyaan pertama kepadaku adalah, “ Berapa sekarang anakmu?”. Sering orang bertanya kepadaku, “ Gimana caranya ngurus anak sebanyak itu?” Mudah, rahasianya adalah menikahi wanita yang tangguh sepertimu.

Kehangatanmu membuat anak-anak kita merasa nyaman di dekatmu. Di saat kau lelah sepulang dari mengisi halaqoh atau ta’lim mereka segera menyambutmu dan melepaskan kekangenan mereka. Kadang lucu melihat mereka membuntuti kemana kamu pergi. Kamu ke dapur mereka bergerombol di sekitarmu, pindah ke ruang tamu, pindah pula mereka ke ruang tamu. Masuk ke kamar, berbondong-bond­ong mereka ke kamar. Sampai ada anak yang selalu memegang-megang­ bajumu dan kamu berkomentar,” Nih anak kayak prangko aja, nempeeel terus.” Jangan salahkan mereka, akupun memiliki perasaan yang sama dengan mereka.
Kadang jika cintaku meluap aku berkata padamu, ”Bener nih kamu ndak nyantet aku? Aku kok bisa tergila-gila begini sama kamu?” Kamu tersenyum dan berkata, "cinta Umi ke Abi lebih besar dari cinta Abi ke Umi, Abi aja yang ndak tahu.”


Rasulullah bersabda, "Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR. Ahmad). Sungguh aku merasa telah mendapatkan segalanya dengan kau di sisiku.

Kepribadianmu yang mudah bergaul menjadikanmu disenangi oleh banyak orang. Kamal berkata, “Umi terkenal banget di sekolah. Aku, Mba Aisyah, Mas Nashih, Hamidah, Hilma ini terkenal di sekolah karena anak Umi. Guru-guru kenal kami karena kami anak umi.” Aku ingat perjuanganmu menggalang beberapa orang tua murid ke kantor diknas untuk meminta tambahan kelas agar anak kita yang terlalu muda bisa diterima sekolah. Akhirnya SDN 006 Balikpapan mendapat tambahan kelas dan anak kita bisa bersekolah di sana. Seharusnya aku yang melakukan hal itu, bukan kamu.
Aku terpesona dengan caramu menjalin silaturahim dengan keluarga besarmu. Ketika kita pindah ke Balikpapan, sering kakak-kakakmu menelpon menanyakan kapan liburan ke Samarinda. Mereka rindu kepadamu. Kakakmu KH. Fachrudin, seringkali menelpon, "Kita mau ngadain acara ini, kamu ke Samarinda kah?” Sya’rani, kakakmu yang sering bepergian ke Jawa, ketika mendarat di Balikpapan pun sering berkata, "Baru dari Jawa, mau ikut saya sekalian naik mobil ke Samarinda?” Keponakan-kepon­akanmu pun sering bertanya, “Acil Robiah kapan ke Samarinda?” Jika kita liburan ke Samarinda, maka kemeriahan meledak begitu mendengar suaramu mengucapkan salam. “Wah, Haji Robiah dari Balikpapan.”

Aku kagum dengan semangatmu melaksanakan amanah dakwahmu. Sering kerinduanmu kepada keluargamu tertahan karena ada amanah dakwah yang harus kamu kerjakan. ”Sebenarnya akhir pekan ini keluarga besar kumpul. Ada acara keluarga. Tapi ada halaqoh ini dan majelis talim ini jadi ndak bisa ke Samarinda.” Semoga Allah SWT memasukkanmu ke dalam barisan orang-orang yang berjuang menegakkan agama ini.

Kesibukanmu berdakwah memang menyita waktumu. Tapi aku ridho karena kau tetap komitmen untuk mengurus rumah tangga dengan baik. Aku ridho ketika PKS berdiri, kamu bergabung dan berdakwah bersama mereka. Kulihat kau begitu menikmati hidupmu yang mungkin bagi pandangan sebagian orang sangat melelahkan.

Kamu juga aktif mengisi kajian Siroh Shahabiyah di Radio IDC FM. Ketika engkau ingin berhenti karena hamil dan mengajukan ustadzah lain, mba Irna yang mengasuh acara menolak dan mengatakan sebaiknya cuti saja dan sementara akan diputar ulang rekaman yang terdahulu. Saya tahu mereka pun telah jatuh cinta kepadamu.

Saat Ustadz Cahyadi mengadakan pelatihan keluarga, beliau meminta para peserta menulis tentang pasangannya. Aku terkejut ternyata engkau mengenaliku dengan baik. Engkau tahu makanan yang kusukai dan kubenci, teman-teman yang kuanggap shahabatku, karakter-karakt­erku, dan teman-teman Halaqohku. Diam-diam engkau memperhatikanku­. Terimakasih telah memahami diriku.
Pernah kau mengatakan bahwa kau ingin naik haji bersamaku. Aku mengatakan bahwa kamu sudah naik haji sehingga tidak wajib lagi. Kalau aku punya uang aku akan mengajak anak kita naik haji bukan kamu. Kamu berkata, “Aku akan kumpulkan uang daganganku agar bisa naik haji bersamamu.” Kamu pernah bercerita bahwa saking nikmatnya berada di Kota Mekah, kamu pernah berusaha tukar kloter dengan orang lain agar bisa bertahan lebih lama di kota Mekah.

Istriku, aku suka dengan caramu berbakti kepadaku. Ketika ustadz Muhadi mengajakku mendirikan SDIT Nurul Fikri Balikpapan kau pun mendukungku. Padahal kau tahu bahwa ini akan kembali mengurangi jatah uang belanja untukmu. Bahkan kau berkata, "Aku akan alihkan infaq-infaq yang selama ini ke lembaga zakat ke Nurul Fikri.” Selama ini kau memang menyisihkan uang transport dari mengisi majelis-majelis­ ta’lim untuk menunjang dakwahmu.

Istriku, aku menikmati sentuhan bibirmu ke pundakku sambil memelukku di saat kita naik motor berdua. Mungkin itu caramu menunjukkan kesetiaanmu. Aku tersanjung dengan gayamu menunjukkan cemburumu. Aku merindukan caramu menegurku jika engkau melihatku lalai dalam urusan agama kita. Aku merasa bahagia saat kau memujiku. Aku merasa hebat ketika engkau bermanja kepadaku.

Aku salut dengan kecintaanmu terhadap ilmu. Setiap ada ta’lim yang mendatangkan ustadz yang berkualitas kau berkata, “Harus duluan nih biar dapat duduk di depan.” Sayang, karena begitu banyaknya anakmu terkadang kau terhambat untuk berada di depan. Pernah kau begitu sedih karena tidak dapat menghadiri ta’lim yang diisi DR. Samiun Jazuli. Terlintas di dalam pikiranku, kelak aku akan membiayaimu untuk melanjutkan kuliah S2 agar kau bahagia.

Kau juga begitu bersemangat mengikuti tatsqif (Kajian Tsaqofah Islam) yang diadakan oleh PKS. Ketika ada ujian tatsqif, kau berusaha mengerjakan soal-soal tanpa berusaha menyontek. Tiba-tiba kau mendengar peserta ujian yang lain di sebelahmu saling berbisik tentang jawaban soal yang engkau tidak bisa mengerjakannya.­ Kamu pun menulis jawaban tersebut. Sepulang ke rumah engkau begitu menyesal dan gelisah. Engkau merasa berbuat curang karena mengerjakan soal dari mendengar percakapan orang lain. “Gimana nih Mas, aku sudah nyontek?” tanyamu. Aku jawab sambil bercanda, "Telpon dosennya, minta dicoret jawabanmu yang dapat dari hasil mendengar itu”. Ternyata engkau benar-benar menelpon ustadz Fahrur agar jawaban atas soal tersebut dicoret saja. Itu yang sering kulihat darimu, begitu takut akan dosa-dosamu. Aku bangga padamu istriku.

Istriku, hal yang sering membuatku bergetar adalah di saat melihat engkau sholat. Begitu khusyuk dan menjaga adab. Tidak pernah aku melihatmu terburu-buru di dalam sholat. Aku menikmati melihat caramu menghadap Tuhanmu. Selelah apapun dirimu kamu selalu berusaha membaca Quran satu juz perhari. Engkau juga tidak ingin meninggalkan dzikir harianmu. Haru rasanya saat-saat melihatmu tertidur dengan Quran masih berada di tanganmu.

Sering aku berangan-angan aku akan membahagiakanmu­ kelak saat anak-anak sudah besar. Aku akan mengajakmu berjalan-jalan ke kota wisata. Aku akan membelikanmu perhiasan walaupun sekedarnya. Karaktermu yang tidak pernah meminta memang membuatku lalai memperhatikan kebutuhanmu. Bahkan motor pun tidak pernah kubelikan. Motor butut yang kau pakai adalah motor yang memang telah kau bawa dan kau miliki sejak masih gadis.

Aku yakin bahwa kebersihan hatimulah yang memancarkan aura persahabatan dari wajahmu. Banyak yang mengatakan kepadaku, ”Beliau adalah tempat saya menyampaikan curhat.” Terkadang kau terlambat pulang dari mengisi pengajian, ketika ku tanya kenapa terlambat, kau menjawab, “Kasihan ada yang pingin curhat, jadi dengerin dia dulu. Semoga Allah segera kasih dia jalan keluar.” Saya yakin mereka curhat kepadamu karena mereka merasakan kebaikanmu.
Kamu sering memujiku, “Suami yang pintar”. Kulihat, kamulah yang lebih pintar mengaplikasikan­ teori ke dalam praktek dunia nyata. Sebenarnya aku banyak belajar darimu. Kamu pintar sekali memulyakan orang lain. Kamu sering memberikan sesuatu kepada tetangga-tetang­ga kita. Terkadang aku malu karena yang kau berikan adalah hal-hal yang sederhana. “Malu ah ngasih ke tetangga segitu. Nggak level buat mereka.” Ternyata sikap perhatianmu kepada tetangga inilah yang membuat mereka mencintaimu.

Kamu mengatakan kepada pembantu kita, “Kumpulkan teman-teman yang lain, nanti saya yang membimbing bacaan Qurannya.” Dengan sabar kamu melatih mereka membaca Quran. Kau pun membelikan peralatan memasak sebagai hadiah kepada mereka yang lulus dan melanjutkan bacaan ke jilid berikutnya. Pernah kau melihat salah seorang diantara mereka sedang berlatih mandiri di rumahnya. Kau berkata, "Bahagianya aku Bi melihat mereka mau melatih bacaan secara mandiri.” Sampai terucap dari mulut pembantu kita, “Bu, saya ini mendapat hidayah dari tangan Ibu lho.”
Terkadang aku lupa untuk memberikan uang belanja, ketika kutanya engkau menjawab,”Aku pakai uang daganganku”. Kau­ kadang membelikanku baju sebagai hadiah ulang tahunku. Aku memang seorang yang berprinsip minimalis, terkadang jika ada barang yang menurutmu harus dibeli, aku mengatakan bahwa itu tidak perlu dibeli, kita da’i tidak usah terlalu mengejar kesempurnaan. Seperti biasa kau pun mengalah dan berkata, "Ya sudah pake uang aku aja.”

Ketika engkau mengalami pendarahan saat melahirkan anak kita yang ke delapan, engkau mengalami step. Sungguh hancur hatiku melihatmu menderita. Ketika dokter mengatakan butuh tiga kantung darah, aku segera keluar berlari menuju PMI tanpa sempat mengambil alas kaki. Aku sangat takut kehilangmu. Ketika diberitahu bahwa putra kita telah meninggal, aku sudah tidak peduli lagi, “Tolong selamatkan istri saya dok.” Setelah dioperasi kau sempat tersadar, aku tidak tega untuk mengatakan bahwa putra kita telah meninggal. Aku tidak ingin kau tahu bahwa kandungan yang sangat kau cintai dan sering kau elus-elus dengan penuh cinta telah mendahuluimu.

Dokter mengatakan bahwa kondisi sangat kritis, biasanya kondisi ini berakhir dengan kematian. Dengan kesedihan yang terus mengelayuti aku berkata, ”Umi tidak usah ngomong apa-apa, semua abi yang urus, Umi nyebut Allah saja.” Aku berharap seandainya Allah memanggilmu, maka ucapan terakhirmu adalah Allah. Walau tidak ada suara yang kudengar, kulihat mulutmu menyebut nama Allah dua kali. Saat itu aku bernazar, aku pun bertawashul dengan segala amalku agar Allah memberikan kesempatan agar engkau masih bisa bersamaku. Dan ternyata anak-anak kita bercerita bahwa saat itu di rumah mereka juga bernazar agar ibu mereka selamat.

Dengan sisa harapan yang tersisa di hatiku, aku berusaha membangkitkan semangatmu, ”Cep­at sembuh, anak-ana­k kita menunggumu di rumah.” Engkau mengangguk-angg­uk. Ternyata Allah SWT sangat mencintaimu. Allah SWT ingin memberimu karunia syahid. Kematianmu karena melahirkan putra kita menunjukkan bahwa Allah ingin memberikan yang terbaik untukmu. Sebagaimana Rasulullah mengatakan bahwa wanita yang mati karena melahirkan termasuk orang-orang yang mati syahid.

Seorang shahabatmu, Ustadzah Mahmudah, menelponku, "Mba Robi itu kalau saya perhatikan sangat khusyuk kalau memimpin doa atau mengaminkan doa. Kalau berdoa, saat kalimat wa amitha 'ala syahaadati fii sabiilik (matikanlah jiwa kami dalam syahid di jalan-Mu) sering saya lihat mba Robi meneteskan air mata. Ternyata kita memang tidak boleh meremehkan kekuatan doa.”
Pak Emil tetangga kita berkata, ”Saya tidak pernah berinteraksi dengan almarhumah. Hanya istri saya yang bergaul dengannya. Tapi kepergiannya membuat saya merasa kehilangan sampai dua hari”. Mungkin dia shock karena melihat istrinya terguncang.

Ustadzah Sujarwati berkata, "Saya mengisi pengajian dekat SMPN 10, mereka bercerita bahwa almarhumah ustadzah Robiah yang merintis majelis ta’lim ini. Mereka semua kemudian menangis karena teringat istri sampeyan.” Banyak yang terkejut dengan kepergianmu. Ada yang baru mendengar kematianmu, datang ke rumah untuk kemudian menangis karena kehilanganmu.

Hari kematianmu menjadi saksi atas kesholihanmu. Begitu banyak yang datang untuk memberikan penghormatan kepadamu. Ustadz Muslim mengatakan, "Sahabat-sahabat­nya dari pesantren Al Amin, Madura sudah siap-siap mau beli tiket untuk ke Balikpapan, tapi mendengar jenazah akan di bawa ke Samarinda mereka tidak jadi datang.” Beberapa ustadz datang dari Samarinda. Bahkan Ustadz Masykur Sarmian, Ketua DPW PKS Kaltim pun datang dari Samarinda dan menjadi imam yang mensholatimu. Aku pun melihat ustadz Cahyadi Takariawan, penulis buku dari Yogya, hadir di masjid itu. Mungkin Allah sengaja mengutus orang-orang sholih tersebut untuk mensholatimu dan menyempurnakan pahalamu. Motor-motor memenuhi jalan masuk ke komplek kita. Seseorang dengan heran mengatakan bahwa kemarin kepala kantor meninggal di komplek ini yang datang nggak sebanyak ini. Ini cuma ibu rumah tangga kok banyak banget yang datang.

Sesudah disholatkan di masjid Balikpapan, engkaupun dibawa ke Samarinda. Sampai di masjid Ar Raudhah, Aku melihat KH. Mushlihuddin, LC Koordinator Qiroati untuk Kalimantan hadir di sana. Kamu sering berkata bahwa kamu sudah menganggap beliau, guru mu membaca Quran, seperti ayah sendiri. Kecintaanmu kepada Quran membuat kamu mencintai beliau yang selalu komitmen berjuang menegakkan Al Quran di muka bumi. Sering kamu mengatakan bahwa kamu kangen dengan gurumu, ustadz Mushlih. Segera aku meminta beliau untuk menjadi imam sholat jenazah untukmu.

Kakakmu, Ibu Mursyidah berkata, ”Kepergiannya persis seperti ayahnya, KH. Abdul Wahab Syahrani. Disholatkan dari masjid ke masjid.” Sebelum meninggal beliau berwashiat untuk dikuburkan di Kotabangun. Karena washiat itu beliau disholatkan di tiga masjid di tiga kota oleh murid-murid beliau. Pertama disholatkan di Islamic Centre Samarinda, kemudian disambut oleh Bupati Kutai Kartanegara (Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kukar) dan disholatkan di masjid agung Tenggarong, kemudian disholatkan kembali oleh murid-murid beliau di masjid Kotabangun.

Dengan lelehan airmata aku ikut memandikanmu, mengangkatmu, memasukanmu ke liang lahat. Seseorang berkata, "Antum duduk saja biar yang lain saja.” Tidak, Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini. Aku sudah kehilangan kesempatan membahagiakanmu­ di dunia. Aku sudah kehilangan kesempatan membalas dengan baik pelayananmu kepadaku. Biarlah hari ini aku melayanimu walaupun sekedar mengurus jasadmu.

Terimakasih istriku, selama hidupmu kau selalu berusaha tidak merepotkanku. Ketika aku ke bengkel untuk menambal ban, aku mengabarkan kematianmu dan memohon doa untukmu. Tukang tambal ban, mendoakannya dan berkata, "Istri sampeyan sering ke sini sendiri, menuntun sepeda motor untuk menambal ban, atau kadang ganti ban motor”. Sekuat tenaga ku tahan airmataku. Aku tahu sebenarnya itu adalah tugasku. Kubayangkan adakah wanita lain yang mau menuntun motor ke bengkel untuk menambal ban karena tidak ingin merepotkan suaminya.

Mungkin kamu saat ini telah tersenyum bahagia bercanda bersama Abdullah, putra kita. Mungkin kamu sudah bertemu dengan ayah ibumu yang sangat kamu cintai. Walaupun aku betul-betul kehilanganmu, aku tahu bahwa karunia syahid yang Allah SWT berikan kepadamu adalah yang terbaik untukmu.

Istriku, aku menulis ini untuk menumpahkan rindu yang bergejolak di hatiku. Aku juga berharap agar orang yang membacanya mau meringankan lidahnya untuk mendoakanmu. Aku berharap tulisan ini dapat membalas jasamu kepadaku. Sungguh betapa lambatnya hari-hari berlalu tanpamu. Ingin rasanya aku segera masuk ke surga agar dapat bertemu kembali denganmu. Selamat jalan Khadijahku....

1371647454705884062
Sumber: Almarhumah Hj. Robiatul Adawiyah dan putranya
Balikpapan, hari ke sembilan belas tanpamu di sisiku


Yang bersyukur mendapatkanmu

Suamimu,Abu Muhammad
----------------
Rekan-rekan sekalian, dari dulu saya berkeyakinan, bahwa salah satu karakter utama orang cerdas itu, adalah dia yang paling pandai & paling banyak mengambil hikmah/pelajaran atas tiap peristiwa yang terjadi, dari pengalaman pribadi maupun orang lain, tanpa melihat apa dan siapa sumber hikmah tersebut.. 

Lalu, terlepas dari perbedaan pandangan politik kita, mari sejenak kita meringankan lidah untuk mendoakan Almarhumah, “Allaahummaghfir lahaa.. warhamhaa..wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.. Allaahumma Laa Tahrimnaa Ajrahaa ... wa laa taftinnaa ba’dahaa..waghfirlanaa wa lahaa...”
Terakhir, tentunya kita (laki2) semua berharap mudah-mudahan istri kita nanti (*bagi yg belum menikah) dan atau istri kita (*bagi yang sudah menikah) adalah wanita yg meneladani Khadijah r.a seutuhnya, wanita sholehah Qurrota a’yun bagi suaminya.. Aamiin. Semoga kita sebagai imam juga mampu konsisten mendidik istri kita untuk bersama-sama kita melakukan evaluasi dan perbaikan diri. Dan bagi para wanita yg membaca tulisan ini, mudah-mudahan Allah menjadikan kalian “Khadijah-Khadijah” berikutnya.. Allaahumma aamiin.. []

Salam Persaudaraan^
Ibnu Sofyan

Sumber : Kompasiana

Monday, June 23, 2014

.::: Planning / Perencanaan Mempunyai Bayi Laki Laki Atau Perempuan :::.

Simbol Laki-laki Atau Perempuan
Berharap biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang mempunyai suatu rencana pada waktu mendatang. Bagi beberapa orang yang tidak mempunyai sebuah rencana pada waktu dekat, anda dapat menyimpannya sebagai referensi yaitu Tips Merencanakan Mempunyai Bayi Laki Laki Atau Perempuan

Latar belakang :

Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dan Y, spermatozoon X menentukan unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas, para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan.
1. Faktor makanan :

Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam.

Jika menginginkan seorang bayi laki-laki. 
Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline ( lihat tabel jenis makanan )

Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut.
Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, dan sea food (makanan laut )

Tabel Jenis Makanan
No Zat Jenis Makanan Keterangan
1 Alkaline sayur-mayur, buah buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut -
2 Asam daging. Dan sea food ( makanan laut) -

2. Faktor waktu ( Kapan melakukan senggama )

Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
Keseringan senggama diklakukan pada waktu sebelum masa haid.

Jika menginginkan bayi laki-laki. 
Keseringan senggama diklakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid ?
Temperatur atau suhu tubuh meningkat ( anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record )

3. Faktor Penetrasi ( tusukan ).

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. 
Suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama.

Jika menginginkan bayi laki-laki. 
Disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama.

Alasan :
Karakter dari Spermatozoa X dan Y.
Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat )
Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah )
Jadi, dengan tusukan yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.

4. Faktor Rangsangan.

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. 
Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan penempuan akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.

Jika menginginkan bayi laki-laki. 
Ejakulasi suami sesudah istri terangsang.

5. Faktor persiapan istri.

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. 
Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.

Jika menginginkan bayi laki-laki.
Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.

6. Faktor posisi

Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami.

Jika menginginkan bayi laki-laki.
Posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran ( sel telur ).

Tabel Perencanaan Kehamilan :

Untuk rencana mempunyai seorang anak diatas dan siapapun yang akan membutuhkan rencana untuk masa datang, tabel dibawah ini akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan. Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya.

Tabel prediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan
No Umur Istri Jan Feb Mar Apl Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Keterangan
1 18 Tahun P L P L L L L L L L L L -
2 19 Tahun L P L P P L L L L L P P -
3 20 Tahun P L P L L L L L L P L L -
4 21 Tahun L P P P P P P P P P P P -
5 22 Tahun P L L P L P P L P P P P -
6 23 Tahun L L P L L P L P L L L P -
7 24 Tahun L P L L P L L P P P P P -
8 25 Tahun P L L P P L P L L L L L -
9 26 Tahun L P L P P L P L P P P P -
10 27 Tahun P L P L P P L L L L P L -
11 28 Tahun L P L P P P L L L L P P -
12 29 Tahun P L P P L L L L L P P P -
13 30 Tahun L P P P P P P P P P L L -
14 31 Tahun L P L P P P P P P P P L -
15 32 Tahun L P L P P P P P P P P L -
16 33 Tahun P L L L P P P L P P P L -
17 34 Tahun L P L P P P P P P P L L -
18 35 Tahun L L P L P P P L P P L L -
19 36 Tahun P L L P L P P P L L L L -
20 37 Tahun L P L L P L P L P L P L -
21 38 Tahun P L P L L P L P L P L P -
22 39 Tahun L P L L L P P L P L P P -
23 40 Tahun P L P L P L L P L P L P -
24 41 Tahun L P L P L P L L P L P L -
25 42 Tahun P L P L P L P L L P L P -
26 43 Tahun L P L P L P L P L L L L -
27 44 Tahun L L P L L L P L P L P P -
28 45 Tahun P L L P P P L P L P L L -

Keterangan :
P = Perempuan
L = Laki-laki

Penjelasan :
Anda dapat memilih musim atau bulan yang anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel diatas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada  kolom kiri dari tabel, sedangkan baris tabel dari tabel  menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan. Jadi anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan.

Tabel ini diambil dari Royal tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking.  Kebenaran dari tabel diatas telah dibuktikan oleh ribuan orang dan dipercaya 99% kebenarannya. Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel diatas bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.

Keterangan :
Ahli-ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kembali tabel ini setelah terkubur lama di Royal tomb selama 700 tahun yang lalu.

!!! Selamat mencoba & menikmati !!!
 
 
Sumber :http://fakta-dan-unik.blogspot.com/2011/01/planning-perencanaan-mempunyai-bayi.html

Daftar Isi